Kamis, 09 Januari 2014

Analisa DFD ngaco (episode 2)

troll-pizza

Setelah terjadinya kesalah pahaman dalam pengerjaan tugas analisa springer yang TERNYATA gambar DFD tidak boleh ada yang sama untuk setiap individu, terpaksa (nggak juga sih) gue menganalisa DFD orang. tentang apa ini DFD dan bagaimana alur data-datanya menuju.

Langsung aja nih secara garis besar ini DFD menceritakan tentang proses pemesanan salah satu jenis makanan impor yang gue gak terlalu doyan, namanya Pizza.

Sebelum memulai analisa, bagi orang yang memiliki mata yang jeli dan pemikiran cermat pasti akan merasakan ada yang aneh dalam DFD diatas. Keanehan tersebut bisa dilihat pada notasinya, yang beda dari bentuk DFD secara umum seperti DFD yang ada pada postingan sebelumnya (yang boleh ngambil dari springer). Yang bikin beda adalah bentuk dari notasi System(Process) dan Customer. Kalau dalam bentuk umumnya notasi System digambarkan dengan simbol lingkaran sementara Customer digambarkan dengan simbol persegi, maka dalam apa yang terlihat pada notasi Yourdon/DeMarco ini merupakan kebalikan dari bentuk umum tersebut (alasan ngaco, but I think it's true). Jadi, tidak ada perdebatan diantara kita mengenai kesalahan dalam penggambaran notasi DFD. Sepakat.

 

Baiklah sekarang gue mulai analisanya. Seperti biasalah, atas nama keadilan gue bakal mulai dari Proses nomer satu, "Enter Sales Orders". Proses ini merupakan proses dimana pesanan penjualan dimasukkan. Artinya, seorang pelanggan melakukan transaksi pada Proses#1 ini. Jadi wajar, kalau Proses#1 membutuhkan data "Sales Order" atau pesanan penjualan dari entitas eksternal "Customer". Proses ini bertindak seperti perantara yang mengantarkan data dari Customer tadi yang berupa pesanan penjualan ke database "Sales Orders" yang menyimpan pesanan² dari para pelanggan. Dari sini, pesanan penjualan tadi diantarkan menuju Proses#2, "Organize Manufacturing Schedule".

 

Proses#2 ini bisa disebut kegiatan pengaturan jadwal produksi. Itu artinya, pada proses inilah kegiatan produksi dimulai. Proses ini membutuhkan data dari database "Stock" berupa Stock Quantities, yang artinya kurang lebih jumlah persediaan. Jika pesanan penjualan dan jumlah persediaan barang telah masuk, Proses#2 akan menghasilkan data berupa Production Schedule. Nah data tersebut akan masuk kedalam database "Production Schedules" sebelum akhirnya masuk ke Proses#3, "Make Pizzas".

 

Proses#3 ini anak SD jaman sekarang juga tau, Pembuatan Pizza. Disini, "aktor utama" DFD ini akan dibuat. Kalau mau bikin Pizza enak, tentu nggak boleh asal; harus terstruktur dan teratur agar cita rasa terjaga. Untuk itulah dibutuhkan resep, yang disimpan dalam database keempat kita, "Recipes". Data yang dikirim dari database ini tentu saja resep itu sendiri. Proses#3 ini sekarang sudah memiliki dua input penting, yaitu jadwal produksi dan resep, lantas menghasilkan data berupa pizzas manufactured (pizza yang udah jadi) dan raw materials requisition (seperti.. surat izin permintaan bahan baku) yang masuk ke database "Stock" (persediaan). Masuk akal kan, pizza yang udah jadi masuk ke "Stock" yang berarti sudah tersedia, sekaligus memesan bahan baku baru untuk pesanan selanjutnya. Lanjut, database "Stock" ini akan menghasilkan output berupa raw material quantities (yaitu jumlah bahan baku yang tersedia pada database ini) dan pizzas in stock (yaitu jumlah pizza yang tersedia) kedalam Proses#7, "Determine Raw Materials Required". Tapi itu nanti dulu, sekarang kita masuk ke Proses#4 sesuai urutan!

 

Proses#4 adalah "Order Raw Materials" yang berarti kegiatan pemesanan bahan baku. Kemana? ya ke Supplier (ya iya..). Untuk bisa berjalan, Proses#4 membutuhkan data dari Proses#7 berupa Raw material required (bahan baku yang dibutuhkan). Proses ini kemudian akan menghasilkan data berupa Purchase order requested (pembelian pesanan yang diminta) ke entitas eksternal "Supplier" serta database "Purchase Orders". Entitas Supplier kemudian akan menghasilkan data berupa Stock quantities yaitu jumlah persediaan barang (dari supplier) yang kembali masuk ke Proses#4 ini. Setelah barang masuk, Proses#4 akan mengirimkan data kembali berupa Purchase order fulfilled yang berarti pesanan sudah terpenuhi, kedalam database "Purchase Orders". Setelah semuanya beres, Proses#4 menghasilkan data berupa Raw material quantities (jumlah bahan baku) yang dimasukkan kedalam database kedua kita, "Stock". Dengan demikian proses pembuatan pizza telah selesai.

 

Proses#5 adalah "Deliver Sales Order". Jelas tujuannya, proses ini merupakan kegiatan pengiriman pesanan penjualan. Proses#5 membutuhkan data berupa Sales order dari database "Sales Order". Proses ini kemudian akan mengirimkannya kepada entitas "Customer" sebagai penerima. Setelah semuanya beres, Proses ini akan mengirimkan output berupa Delivery note (catatan/bukti pengiriman) kedalam database "Delivery".

 

Dari database "Delivery", akan keluar Delivery note yang masuk kedalam Proses#6, "Obtain Payment" atau penerimaan pembayaran. Proses ini akan mengirimkan Invoice (sejenis dokumen berisi daftar barang² yang berhasil dikirim) dan Receipt (Kwitansi) kepada Customer. Sebagai "timbal balik" Customer mengirimkan data berupa Payment details (Detail pembayaran) yang akan masuk kedalam database ketujuh, "Payment".

 

Proses#7 secara garis besar menggambarkan kegiatan Menentukan jumlah/jenis bahan baku yang dibutuhkan. Selain jumlah bahan baku dan pizza yang telah tersedia, Proses ini membutuhkan satu masukan lagi yaitu pesanan penjualan dari database pertama, "Sales Order". Ini bertujuan agar proses tidak "bingung" dan meminimalisir terjadinya kesalahan pada Proses itu sendiri. Dengan ketiga masukan tersebut, lahirlah data berupa Raw materials required (bahan baku yang diperlukan) yang akan masuk ke Proses#4!

 

Siklus seperti ini terjadi tanpa terikat waktu, artinya bisa terus-terusan nggak berhenti-berhenti, atau bahkan nggak jalan sama sekali. Tidak jelas karena DFD tidak memiliki patokan/keterangan kapan proses-proses akan dijalankan. Dan menurut analisa saya.. karena ada "Flow mendetail" pada DFD ini seperti Payment details dan purchase order fulfilled, DFD ini termasuk level 2 diagram (bener gak sih?)

yah after all (cie) sistem sudah komplit serta lengkap dan saya rasa tidak ada kekurangan sedikitpun. Sekian analisis ngaco dari seorang yang masih butuh belajar lebih dalam lagi.. semoga bisa memberi ilham buat semua pembaca bahwa DFD itu nggak serumit yang dilihat, cukup butuh kesabaran dan ketelitian dalam "menerawang" setiap prosesnya sesuai urutan.

 

Kamis, 02 Januari 2014

Ini "Analisa" Springer (Ngaco Edition)

springerLOL

Kali ini gue mau coba melakukan "Analisa" untuk jurnal Springer yang berhasil *teman* gue temukan entah darimana. Dilihat dari judul figure/gambar nya sih, ini merupakan DFD untuk Sistem Manufaktur Diskrit, atau bahasa gampangnya, mungkin "Sistem Pabrik Terpisah" <-- ini google translate :lol:

gue coba menjelaskan, sebenarnya kalo udah ngerti nggak ribet-ribet amat kok. langsung aja, biar adil kita mulai dari Proses nomer 1, yaitu "Receive & record both product and m/c status" apa tuh m/c? m/c itu singkatan dari Machine. jadi jelas ya, maksud Proses disini adalah "Menerima dan merekam/mendata status dari produk dan mesin". Proses#1 ini menghasilkan dua buah output. Pertama adalah Product's position yang berarti mungkin posisi/letak produk, yang masuk kedalam Database "Product History" (mungkin ini berarti database yang merekam jejak produk yang dihasilkan) serta Database "Current Product Position" yang mungkin berisi data tentang produk terbaru; dan Machine Status yang berarti Status Mesin, yang masuk kedalam Proses#7 "Verify Machine status" (Proses verifikasi mesin). Oh iya, BTW ini proses ada berkat hasil dari entitas eksternal "Machine Station" (ibarat kata ini stasiun penyimpanan mesin) yang berupa Machine Status serta Product's Position yang merupakan hasil dari sensor(mesin)... Stop sampai sini dulu! mari kita lanjut ke proses nomer 2.

Sekarang kita masuk ke Proses nomer 2, "Monitor the position of all products to identify collisions" maksudnya, proses pemantauan posisi semua produk untuk mengetahui adanya bentrok. Nah, proses ini membutuhkan data dari Database "Production Track" yang berisi informasi detail tentang produk tersebut. Hasil Monitoring/Pemantauan dari proses ini masuk kedalam Database "Current Product Position" dan "Product being Manufactured" (Program tentang produknya yg sedang diproduksi massal). Hasil pemantauan ini juga bakal masuk ke Proses nomer 6, "Produce reports & Warnings" (menghasilkan laporan & kesalahan jika ada). Stop! nanti gue bakal jelasin lagi tentang Proses#6 ini. Jangan nangis! ea..

Sekarang kita masuk ke Proses nomer 3, "Monitor the postion of all products to check them against the production plan".. BUSET panjang bener! artinya kira-kira proses pemantauan posisi letak semua produk untuk menyocokkan dengan rencana produksi. Gitu deh. Proses ini membutuhkan data dari Database "Current product position" untuk mendapatkan informasi mengenai posisi produk; serta data dari Database "Production Scheduling Plan" (Rencana penjadwalan produksi) untuk mengetahui posisi yang diharapkan saat produksi. Nah, hasil dari proses ini akan masuk ke Proses#6 tadi. Proses ini juga menghasilkan "sesuatu" kedalam Database "Job" yang membawa informasi bahwa pekerjan telah selesai. Database "Job" ini mengantarkan "sesuatu" tadi menuju Proses berikutnya, Proses#4! booyah!!

Sekarang kita masuk ke Proses nomer 4, "Update production plan" atau bisa diartikan sebagai proses pembaharuan rencana produksi. Proses ini butuh data dari Database "Current product position" untuk mengetahui posisi produk saat ini (ya iya..). Proses ini nantinya akan menghasilkan data yang bakalan masuk kedalam Database "Production Scheduling Plan" tadi, berupa "completed job in product plan" yang berarti Pekerjaan yang telah selesai dalam rencana produksi. Lanjut deh..

Sekarang kita masuk ke Proses nomer 5, "Change & identify production details" yang artinya Proses merubah dan identifikasi detail produksi. Proses ini butuh data dari entitas eksternal "Production Controller" atau pengendali produksi (ini bukan avatar, lagipula produksi itu bukanlah elemen). BTW entitas eksternal ini tidak akan dibahas lebih detail lagi, sorry ya. Uhuk.. proses ini menghasilkan data yang masuk kedalam Database "Production scheduling plan" tadi berupa Perubahan untuk rencana produksi, serta kedalam Database "Product being Manufactured" berupa hal yang sama (Perubahan, red). See? kayaknya udah mulai keliatan darimana dan bakal kemana data-data ini mengalir nih!

Sekarang kita masuk ke Proses nomer 6, "Produce reports & warnings". Dalam proses ini bakal terjadi adegan reproduksi.. halah. Proses ini berupa kegiatan untuk menghasilkan laporan dan kesalahan (produksi) jika ada. Proses ini membutuhkan data mengenai produk terkait yang diambil dari Database "Product being manufactured" serta data mengenai data yang diperlukan untuk mengetahui produk yang salah sasaran/salah kirim atau terlambat produksi masuh memenuhi kriteria perencanaan produksi atau tidak, dari Proses#3. Proses ini juga membutuhkan data berupa 'Posisi letak produk yang sudah ada dan produk yang tertunda maupun di produksi ulang' dari Proses#2~ wow! semuanya saling berhubungan, dunia (DFD) memang sempit -,- | Proses ini juga membutuhkan data berupa "Production floor layout" dari Database yang bernama sama. Lanjut deh!

Sekarang kita masuk ke Proses nomer 7, "Verify machine status" yang artinya proses verifikasi status mesin. Masih ingatkan sama kejadian di Proses#1? ini lanjutannya nih. Status mesin yang merupakan dari Proses#1 ini masuk ke Proses#7, menghasilkan status mesin yang valid/SAH karena telah di-SAH-kan oleh Proses#7 (sah? sah? Alhamdulillah.. emangnya penghulu!). Status mesin yang valid ini masuk kedalam entitas eksternal "Production controller". Seperti yang gue bilang, kalo gue jelasin tentang avatar (pengendali) ini, gue gak akan mau. soalnya kalo ditulis pasti malah bikin bingung karena avatar ini merupakan penghubung "penting" dari proses-proses DFD disini. Bisa disimpulkan sendiri kalau entitas eksternal ini akan menghasilkan data yang akan masuk ke Proses#5, membutuhkan data dari Proses#6, dan sebagainya, yang mana sudah dijelaskan secara "ngaco" pada paragraf-paragraf sebelumnya. Harap maklum!

Nah akhirnya kita masuk ke Proses nomer 8, "Move Products from queue" maksudnya, proses ini menggambarkan kegiatan pemindahan produk (yang dihasilkan) dari antrian barang. Proses ini butuh "Produk" (ya iya..) dari Database "Queue" (Antrian) dan Proses#8 ini menghasilkan data berupa posisi letak produk yang akan dibawa kedalam entitas eksternal bernama "Sensor" atau #$*%# (maksudnya Pemindai barang, haha). Entitas eksternal ini menghasilkan Posisi Produk yang bakalan masuk kedalam Proses#1, "Receive & record both product & m/c status". HOREE.. HOREE.. selesai penjelasannya.

Kesimpulan yang bisa gue ambil bahwa, DFD ini menggambarkan alur data yang cukup rumit dan seperti nggak ada habisnya (muter-muter terus) ya karena wajar, soalnya DFD tidak mengenal waktu dan kapan proses ini dieksekusi. Tapi sistem yang memakai DF ini gue rasa cukup mantab dan tob markotob banget karena struktur alurnya "kokoh" dan jelas, hampir tidak ada kekurangan/kelemahan yang bisa dicari-cari lagi. Sekian dan terimakasih telah mampir, membaca, mencoba memahami, meninggalkan komentar, menyukai postingan, membagi postingan, serta MEMBERI NILAI softskill buat gu.. saya! Thanks..

sumber: bingung saya, ini gambar yang nyari temen saya (nitip) tapi saya jamin ini asli dari Springer! --> http://link.springer.com/article/10.1007/s10270-006-0013-0

Ini Namanya Data Flow Diagram

tugas awal tahun yang sangat menyenangkan.. disaat kampus-kampus lain sedang libur, cuma kampus gue yang udah masuk, plus dapet tugas dari Boss, disuruh bikin penjelasan "mendalam" mengenai Apa Itu DFD (Data Flow Diagram). Uhuk baiklah.. gue coba bikin "Segala Tentang DFD" pake bahasa sendiri, dengan gaya menulis layaknya menulis Laporan praktikum.

DFD atau Data Flow Diagram adalah sebuah diagram yang merepresentasikan alur-alur yang ada pada suatu sistem. DFD menjelaskan tentang bagaimana data-data yang ada dalam sistem itu mengalir. (bagaimana bisa mengalir? mengalir kemana? mengalir darimana? dsb). dalam DFD kita bisa mengetahui kemana data yang mengalir itu akan tersimpan. Ada satu hal yang tidak bisa "dilakukan" oleh DFD ini, yaitu DFD "tidak mampu" untuk memberikan informasi mengenai waktu proses berjalan yg digunakan aliran data tersebut.

Pada dasarnya, dalam pembuatan DFD dibutuhkan dua langkah utama. Langkah utama yang pertama adalah membuat diagram konteks. Diagram konteks dalam artian sederhana, adalah diagram yang secara umum menggambarkan keseluruhan sistem. Diagram ini bisa diartikan sebagai "sketsa" awal dari pembuatan DFD ini. Diagram konteks ini nantinya bisa berkembang lebih jauh lagi, menjadi diagram level 1, level 2, level 3 dan seterusnya. Semakin tinggi level diagram, semakin detail informasi yang diberikan. Proses "pendalaman" level diagram ini merupakan Langkah utama kedua.

Cukup jelas bukan.. kalau udah lanjut ke penjelasan yang lebih mendalam lagi.

 

360px-DataFlowDiagram_Example

 

Gambar diatas merupakan struktur DFD (Diagram konteks) secara umum.

Database pada DFD adalah sebuah entitas yang melambangkan penyimpanan data yang berasal dari/dibutuhkan oleh proses-proses yang ada pada sistem.

Process (System) pada DFD adalah sebuah entitas yang melambangkan proses (ya iya..) dengan kata lain, proses ini berarti aktivitas atau pekerjaan bisnis yang melibatkan data-data yang akan dimanipulasi atau dirubah.

Customer pada DFD adalah sebuah entitas yang melambangkan orang (orang hidup, bernyawa). Bisa juga melambangkan sistem atau sub-sistem. Orang, Sistem, dan Sub-sistem adalah sebuah "wadah" yang menjelaskan kemana data datang dan pergi.

Garis panah adalah flow atau alurnya. Arah panah menentukan segalanya. keluar ya keluar, masuk ya masuk. Pasti ngerti deh. Lanjut ke diagram level 1.

Lihat entitas System ditengah itu? nah pada pembuatan diagram level 1, entitas System akan dipecah menjadi "sub-sistem" lain yang menjelaskan secara detail dari "Sebenarnya apa aja sih System yang digunakan?"

Untuk lebih jelasnya, mari lihat gambar ilustrasi dibawah.. (ini gambar boleh ngambil dari SINI)

12___create_data_stores_(Customer_and_Transaction)

 

Gambar ilustrasi diatas sebenarnya sama kayak gambar diagram konteks, hanya saja posisi Database (dilambangkan dengan kota abu-abu dengan huruf D) ada di sebelah kanan.  Nah!! kali ini System sebagai Process akan dipecah menjadi tiga bagian. apa saja?

17___create_three_processes_in_Level_1_DFD

ternyata Proses yang digunakan sistem, dijabarkan lebih mendetail lagi menjadi 3 bagian, yaitu Process Order (Pemesanan), Ship Good (Pemaketan barang) dan Issue Receipt (resipien atau bisa dibilang tanda terima atau kwitansi). dengan begini, selesai sudah perubahan dari diagram konteks menjadi diagram level 1. Tapi belum sepenuhnya selesai karena masih dibutuhkan langkah selanjutnya yaitu pemberian alur arah panah..

33___elected_to_curve_the_connectors

 

Penjelasan harusnya sudah jelas, karena tanda panah sudah memberi tahu kearah mana data tersebut mengalir. Ceritanya seorang Customer  datang untuk memesan sesuatu (Process Order). Data pelanggan yang tersimpan pada database pelanggan (Customer D) diminta oleh proses pemesanan tadi. Dengan demikian, proses tersebut otomatis membuat record yang masuk kedalam database Transaksi (Transaction D).

Lalu pemesanan akan berpindah ke langkah pemaketan barang (Ship Good). Lagi lagi Data pelanggan (Customer D) diminta oleh proses pemesanan (Process Order) karena proses tersebut membutuhkan data pelanggan untuk pemaketan dan pengiriman. Process Order juga membutuhkan data transaksi (Transaction D) untuk memilih barang mana yang sesuai pesanan si pelanggan tersebut. Setelah barang selesai dipaketkan dengan benar dan tepat, ia akan memasukkan data ke Database penyimpanan barang (Inventory D).

Setelah barang disimpan, maka bisa sampai ke tangan si pelanggan. Ketika sudah sampai, pelanggan akan menerima Tanda Terima (Issue Receipt), yang Issue Receipt itu sendiri membutuhkan data yang ada pada database transaksi (Transaction D). HORE.. HORE...

 

Namun ada satu aturan lagi dalam pembuatan DFD, yaitu kita bisa merubah susuan tiap entitas demi mempermudah pembacaan DFD itu sendiri supaya nggak pusing dan arah alur tidak saling mepet bersinggungan satu sama lain. contohnya bisa dilihat pada ilustrasi dibawah ini:

34___completed_level_1_DFD_(curved_connectors)

dengan demikian, DFD bisa lebih mudah dibaca dan dimengerti serta jelas kemana arah tujuan datanya. dan dengan sampainya dalam paragraf ini maka gue akhiri penjelasan singkat nan mendasar tentang "Data Flow Diagram". semoga bermanfaat. #Repost dari situs tutorial yang sangat luar biasa: http://www.visual-paradigm.com/product/lz/tutorials/dfd.jsp

1506404_10152056364108991_1259843670_n

Sabtu, 16 November 2013

Rangkuman SIA BAB I-VII Puas Puas Puas!

another solid proof

solid proof

"Orang Pinter susah majunya, karena mereka kebanyakan mikir"


"Harusnya mikir tuh Gimana Entar, bukan Entar Gimana"


terimakasih atas waktu, perhatian dan "ketidak-adilan"nya, Pak. Bagaimanapun Anda Dosen, saya mahasiswa, dan sudah jadi mindset mayoritas orang indonesia, bahwa mahasiswa itu harus nurut sama Dosen.


udah capek-capek nulis di pdf, dengan entengnya Anda bilang "sampai sekarang belum saya koreksi" dan Anda terkesan menuntut saya untuk menulis ulang/mencopy isi pdf tersebut kedalam postingan blog langsung. Padahal dulu anda mengizinkan upload dalam bentuk pdf, tapi nyatanya Anda mengingkari (atau lupa) dengan kata-kata Anda.


Sebagai langkah awal aja, saya buktikan bahwa isi dari pdf tersebut bukanlah iklan-iklan ga jelas, apalagi malware yang bisa merugikan orang lain. Buat apa saya mosting virus? nilai saya dipertaruhkan disini, sungguh konyol sekali kalau saya membiarkan ada virus menginfeksi file tersebut. Saya tau apa yang saya upload, saya selalu mengeceknya dengan baik sebelum mengupload kesini. Antivirus saya dalam keadaan aktif dan tidak mendeteksi adanya virus di file ini. Saya jamin file ini aman!


bab1


bab1a


maaf nih ye, kalo versi teksnya berantakan. SAYA UDAH BILANG SEJAK AWAL. saya merasa usaha saya tidak dihargai dengan tuduhan yang nggak berdasar seperti file isinya iklan semua lah, file isinya malware lah..


langsung aja kalau Anda mau versi teksnya:


RANGKUMAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
BAB I – IV
DIRANGKUM OLEH:
ARYA SULISTYO
KELAS 3DB11
NPM 31111224
DILARANG KERAS MENCOPY TANPA SEIZIN PENULIS.. soalnya udah capek-capek ngerangkum
Bab I | Mengenal Sistem Informasi Akuntansi
Proses Bisnis dan Sistem Informasi Akuntansi
Proses Bisnis adalah urutan aktivitas yang dilaksanakan oleh suatu bisnis untuk memperoleh, menghasilkan serta menjual barang dan jasa. Beberapa model dari proses ini sudah dikembangkan oleh para penggunanya (akuntan), dan mereka memanfaatkan proses bisnis perusahaan dalam bentuk siklus transaksi, atau bisa disebut transaction cycles. Siklus transaksi ini mengelompokkan kejadian kejadian terkait yang pada umumnya terjadi dalam suatu urutan tertentu. Ada tiga hal yang ada pada siklus transaksi utama, yakni:
Siklus pemerolehan/pembelian: proses pembelian serta pembayaran untuk barang atau jasa.
Siklus konversi: proses mengubah sumber daya yg diperoleh menjadi barang-barang dan jasa.
Siklus pendapatan: proses menyediakan barang atau jasa untuk para pelanggan dan menagih uangnya.
Lingkup Sistem Informasi Akuntansi
Jika SIM bertugas “hanya” untuk mengatur (me-manage) segala informasi perusahaan seperti pesanan, persediaan, dsb; maka Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah suatu subsistem dari SIM yang menyediakan informasi khusus mengenai akuntansi dan keuangan. Dalam SIA dikenal suatu istilah yang bernama tumpang tindih substansial. Berikut ilustrasinya:
Pemasaran
Produksi
Akuntansi & Pemasaran
Sumber Daya Manusia
Acquisition/Purchasing Cycle
Conversion Cycle
Revenue Circle
Penggunaan Sistem Informasi Akuntansi

Berikut lima macam penggunaan informasi akuntansi:
Aplikasi dan Piranti Lunak Akuntansi
ada umumnya aplikasi-aplikasi akuntansi dikelompokkan menurut siklus transaksi. Aplikasi-aplikasi tersebut memiliki fitur, fungsi dan peran yang sangat penting seperti membuat pesanan pembelian, mencatat faktur pembelian, menelusuri jumlah yang terutang kepada para pemasok dan melakukan pembayaran kepada para pemasok itu sendiri. Interaksi antara SIA dan seorang pengguna terutama terdiri atas:
 Pencatatan kejadian yang sering kali menggunakan formulir di layar monitor.
 Pengentrian informasi tentang pemasok, pelanggan, karyawan dan produk.
 Pencetakan dokumen, seperti pesanan pembelian dan faktur penjualan.
 Pencetakan laporan, seperti laporan keuangan dan analisis penjualan.
 Pelaksanaan permintaan informasi khusus untuk suatu maksud.
Membuat Laporan Eksternal
Mendukung Aktifitas Rutin
Mendukung Pengambilan Keputusan
Perencanaan dan Pengendalian
Menerapkan Pengendalian Internal

Peran Akuntansi dalam Hubungannya dengan SIA
Ada lima peran dimana akuntan menggunakan teknologi informasi:
• Akuntan diharapkan dapat memahami seluruh arsitektur sistem informasi.
Akuntan Sebagai Pengguna
• Manajer akuntansi diharapkan dapat mengelola sistem informasi secara meyeluruh.
• Manajer juga harus mengetahui bagaimana bisnis dijalankan serta bagaimana sistem informasi membantu mencapai tujuan dan mendukung proses bisnisnya.
Akuntan Sebagai Manajer
• Konsultan harus menguasai pengetahuan tentang proses bisnis, resiko dan pengendalian, serta teknologi informasi agar dapat merancang sistem dengan sempurna.
Akuntan Sebagai Konsultan
• Auditor Internal mengevaluasi berbagai unit di dalam suatu organisasi untuk mengetahui apakah unit itu telah mencapai misinya secara efisiaen dan efektif.
• Auditor Eksternal harus mengevaluasi keandalan dari sistem informasi akuntansi yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan.
• Peran Evaluatif lainnya mencakup ketersediaan berbagai macam jasa assurance (jasa peningkatan kepercayaan terhadap perusahaan).
Akuntan Sebagai Evaluator
• Akuntan menggunakan software akuntansi guna menyusun laporan keuangan untuk klien-klien kecil dan software perpajakan guna memberikan jasa perpajakan untuk klien-klien mereka.
Akuntan Sebagai Penyedia Jasa Akuntansi dan Perpajakan

Bab II | Proses Bisnis dan Data SIA
Proses dan Kejadian Bisnis
Proses bisnis merupakan seperangkat aktivitas yang dilakukan oleh suatu bisnis untuk memperoleh, menghasilkan, serta menjual barang dan jasa. Satu cara penting untuk mempelajari proses bisnis perusahaan adalah dengan berfokus pada siklus transaksi. Siklus transaksi mengelompokkan kejadian terkait yang pada umumnya terjadi dalam suatu urutan tertentu. Proses bisnis dapat disusun menjadi tiga siklus transaksi utama:
Pada Bab ini khusus membahas mengenai operasi-operasi apa saja yang ada di dalam siklus pemerolehan dan siklus pendapatan, sementara untuk siklus konversi akan di bahas pada Bab yang lain.
Siklus pemerolehan/pembelian
• Mengacu pada proses pembelian barang dan jasa.
Siklus konversi
• Mengacu pada mengubah sumber daya yang diperoleh menjadi barang-barang dan jasa.
Siklus pendapatan
• Mengacu pada proses penyediaan barang dan jasa untuk para pelanggan.

Siklus Pendapatan
Siklus Pemerolehan
Merespons permintaan informasi dari pelanggan
Membuat perjanjian dengan para pelanggan untuk menyediakan barang dan jasa di masa mendatang
Menyediakan jasa atau mengirim barang ke pelanggan
Menagih pelanggan
Melakukan penagihan uang
Menyetorkan uang kas ke bank
Menyusun laporan
Mendiskusikan dengan para pemasok
Memproses permintaan
Membuat perjanjian dengan pemasok untuk membeli barang atau jasa di masa mendatang
Menerima barang atau jasa dari pemasok
Mengakui klaim atas barang dan jasa yang diterima
Memilih faktur-faktur yang akan dibayar
Menulis cek
Pengidentifikasian Kejadian dalam Proses Bisnis
Berikut cara-cara sistematis untuk memisahkan suatu proses dalam satu rangkaian kejadian.
 Pedoman Mengakui/Mengenali Kejadian
Pedoman ini berfokus pada pergeseran tanggung jawab di dalam proses bisnis untuk mengidentifikasi kejadian.
Pedoman 1: Kenali kejadian pertama dalam suatu proses ketika seseorang atau suatu departemen dalam sebuah organisasi menjadi bertanggung jawab terhadap suatu aktivitas.
Pedoman 2: Abaikan aktivitas yang tidak memerlukan keikutsertaan agen internal.
Pedoman 3: Kenali suatu kejadian baru ketika tanggung jawab dipindahkan dari satu agen internal ke agen internal lainnya.
Pedoman 4: Kenali kejadian baru ketika suatu proses sudah disela/diinterupsi dan dilanjutkan kemudian oleh agen internal yang sama. Setela interupsi, seseorang di luar organisasi atau proses itu mungkin memulai proses yang sudah dijadwalkan.
Pedoman 5: Gunakan satu nama kejadian dan uraian yang mencerminkan sifat umum dari kejadian itu.
Pengorganisasian Data dalam SIA
urang lebih ada dua cara untuk mengorganisasikan data dalam SIA, yaitu dengan sistem manual dan sistem yang terkomputerisasi. Sistem manual seperti yang kita ketahui adalah dengan cara pembukuan jurnal umum, dokumen sumber maupun buku besar yang mencatat segala proses keuangan yang ada pada saat atau waktu tertentu. Sementara untuk pengorganisasian data secara terkomputerisasi, sesuai namanya, segala data akan tersimpan di suatu wadah yang dinamakan Master File. Berikut adalah istilah yang sering digunakan dalam pengorganisasian data ini:
•Merupakan Subjek tertentu tentang informasi apa saja yang disimpan.
Entity
•Satu unit data mengenai satu entitas.
Field
•Seperangkat field yang saling berkaitan dari satu entitas.
Record
•Seperangkat record yang saling berkaitan.
File
•File transaksi menyimpan informasi tentang kejadian.
Transaction File
•File induk berisi informasi mengenai entitas dari kejadian.
Master File
•Beberapa field dalam master file berisi data acuan yang menguraikan entitas.
Reference Data
•Field yang berisi data acuan.
Reference Field
•Data ringkasan meringkas transaksi transaksi masa lalu.
Summary Data
•Field yang berisi data ringkasan.
Summary Field
K
Jenis-jenis File dan Data
Ada dua jenis penting dari file data, apa saja? Mereka adalah File Induk dan File Transaksi!
File Induk
Menyimpan data yang relatif permanen, seperti File Persediaan, File Pelanggan dan File Karyawan
Data yang disimpan dapat memiliki karakteristik sebagai data acuan maupun data ringkasan
Berisi TIGA entitas, yakni Barang/Jasa, Agen Eksternal dan Agen Internal
Tidak menyediakan perincian mengenai transaksi individual
Barang/Jasa diperoleh, dibuat atau dijual selama kejadian dalam siklus pemerolehan dan pendapatan organisasi
Agen Eksternal adalah orang-orang atau unit organisasi yang berada di luar perusahaan; seperti pelanggan, pemasok dan bank
Agen Internal adalah orang-orang atau unit organisasi yang bertanggung jawab atas berbagai kejadian di dalam suatu proses bisnis
Kejadian dan Aktivitas
File Transaksi
Menyimpan data tentang kejadian
Mencakup informasi kuantitas dan arga
Mencakup suatu field untuk tanggal transaksi
Berlangsung dalam suatu urutan tertentu di dalam siklus pendapatan dan pemerolehan
Pencatatan
Mengacu pada penyiapan dokumen sumber dan/atau penyimpanan data kejadian dalam file transaksi
Pembaruan
Mengacu pada tindakan mengubah data ikhtisar di suatu file induk untuk mencerminkan pengaruh dari kejadian
Pemeliharaan File
Menangkap dan mengorganisasi data acuan tentang file induk
Bab III | Mendokumentasikan Sistem Akuntansi
Diagram Aktivitas UML
UML adalah Unified Modelling Language, suatu bahasa yang digunakan untuk menentukan, membisualisasikan, membangun, dan mendokumentasikan suatu sistem informasi. UML dapat digunakan untuk memahami dan mendokumentasikan setiap sistem informasi. UML menyediakan pilihan diagram untuk mendokumentasikan proses bisnis dan sistem informasi. Diagram aktivitas UML ini memiliki beberapa karakteristik umum:
Menyediakan representasi informasi grafis yang lebih mudah dipahami dibandingkan dengan uraian naratif
Menggunakan lambang standar untuk menyampaikan informasi
Dibuat oleh ahli namun dapat dibaca oleh para pemakai dengan sedikit pelatihan
Menyediakan gambaran tingkat tinggi, seperti halnya juga yang tingkat rendah
Overview Activity Diagram
•Menyajikan suatu pandangan tingkat tinggi dari proses bisnis dengan mendokumentasikan kejadian-kejadian penting serta aliran informasi antar kejadian
Detailed Activity Diagram
•Menyediakan suatu penyajian yang lebih detail dari aktivitas yang berhubungan dengan satu atau dua kejadian yang ditunjukkan pada overview diagram
Membuat Overview Activity Diagram 1. Membaca uraian narasi dan mengidentifikasi kejadian penting. 2. Membubuhi keterangan pada narasi agar lebih jelas menunjukkan batasan kejadian dan nama-nama keadian. 3. Menunjukkan agen yang terlibat di dalam proses bisnis dengan menggunakan swimlanes. 4. Menbuat diagram untuk masing-masing kejadian. Tunjukkan urutan kejadian ini. 5. Menggambar dokumen yang dibuat dan digunakan di dalam proses bisnis. Tunjukkan arus informasi dari kejadian ke dokumen, dan sebaliknya. 6. Menggambar tabel/file yang dibuat dan digunakan di dalam proses bisnis. Tunjukkan arus informasi dari kejadian ke tabel dan sebaliknya.
Membuat Detailed Activity Diagram 1. Tambah penjelasan naratif untuk menunjukan aktivitas. 2. Buatlah tabel arus kerja. 3. Identifikasilah diagram terperinci yang diperlukan. 4. Untuk setiap detailed activity diagram, lakukanlah beberapa langkah pendahuluan sbb:  Buatlah swinlane untuk agen-agen yang terlibat pada satu atau beberapa kejadian yang ditunjukkan pada detailed diagram.  Tambahkan segi empat panjang untuk setiap aktivitas di dalam kejadian yang didokumentasikan pada detailed diagram tersebut.  Gunakan garis tanpa putus untuk menunjukkan urutan aktivitas.  Atur dokumen yang dibuat atau digunakan oleh ajtuvutas aktivitas di dalam diagram itu.  Gunakan garis putus-putus untuk menghubungkan aktivitas dan dokumen.  Dokumentasikan setiap tabel yang dibuat, dimodifikasi, atau digunakan oleh aktivitas dalam diagram yang ada dalam kolom komputer.  Gunakan garis putus-putus untuk menghubungkan aktivitas dan tabel.
Bab IV | Mengidentifikasi Risiko dan Pengendalian dalam
Proses Bisnis
Pengendalian Internal dan Peran Akuntan
Pengendalian intenal adalah suatu proses yang dipengaruhi oleh dewan direksi entitas, manajemen, dan personel lainnya, ayng dirancang untuk memberikan kepastian yang beralasan terkait dengan pencapaian sasaran kategori sebagai berikut: efektivitas dan efisiensi operasi; keandalan pelaporan keuangan serta ketaatan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku. Pemahaman yang baik mengenai pengendalian internal penting bagi akuntan yang berperan sebagai manajer, pengguna, perancang dan evaluator sistem akuntansi.
Manajer harus bisa membuat sebuah pertanyaan yang menjelaskan dan menilai sistem pengendalian internal perusahaan
Pengguna juga harus memahami pengendalian internal perusaan sehingga dapat diterapkan dengan tepat
Perancang harus bisa mengendalikan pengendalian internal yang mendorong ketaatan terhadap peraturan dan sasaran perusahaan
evaluator harus memahami sistem pengendalian internal. dan mampu mengembangkan laporan manajemen yang menilai pengendalian internal

Kerangka Kerja dalam Mempelajari Pengedalian Internal: Komponen dan Sasaran Pengendalian Internal
Komponen Pengendalian Internal:
• Mengacu pada faktor-faktor umum yang menetapkan sifat organisasi dan mempengaruhi kesadaran karyawannya terhadap pengendalian
• Meliputi integritas, etika, filosofi dan gaya operasi manajemen
Lingkungan Pengendalian
• Identifikasi dan analisis resiko yang mengganggu pencapaian sasaran pengendalian internal
Penentuan Resiko
• Kebijakan dan prosedur yang dikembangkan oleh organisasi untuk menghadapi resiko
• Meliputi penelaahan kinerja, pemisahan tugas, pengendalian aplikasi dan pengendalian umum
Aktivitas Pengendalian
• Merupakan kumpulan prosedur dan record yang dibuat untuk memulai, mencatat, memproses dan melaporkan kejadian pada proses entitas
• Komunikasi meliputi penyediaan pemahaman mengenai peran dan tangung jawab individu
Informasi dan Komunikasi
• Untuk memastikan bahwa pengendalian organisasi berfungs i sebagaimana difungsikan
Pengawasan
Sasaran Pengendalian Internal
Sasaran Pelaksanaan mengacu pada penyerahan barang atau jasa serta peerimaan dan penanganan kas, serta mencakup aktivitas di mana perusahaan mengeluarkan persediaan dan/atau menggunakan sumber daya lainnya untuk menyediakan jasa dan menangani kas yang dihasilkan.
Sasaran Sistem Informasi memfokuskan pada pencatatan, pembaruan dan pelaporan iformasi akuntansi. Data kejadiaan harus dicatat dengan tepat pada dokumen sumber dan dalam file transaksi. Sasaran Sistem Infromasi juga penting untuk memastikan pelaksanaan transaksi yang efektif.
Sasaran Perlindungan Aset berperan penting karena pencurian atau kehilangan asset merupakan resiko yang diharapkan akuntan untuk dikendalikan.
Sasaran Kinerja memfokuskan pada pencapaian kinerja yang memuaskan dari organisasi, orang, departemen, barang, atau jasa. Sasaran Kinerja menekankan pelaksanaan yang tepat atas operasi penting dalam siklus pendapaan dan pemerolehan. Sasaran ini juga dibuat untuk memastikan operasi yang efektif.
Sasaran Pelaksanaan
Sasaran Sistem Informasi
Sasaran Perlindungan Aset
Sasaran Kinerja

Pencatatan dan Pembaruan di Sistem Buku Besar
Diperlukan untuk melaksanakan fungsi siklus transaksi pemerolehan dan pendapatan serta bertujuan untuk pelaporan keuangan, sesuatu yang dicapai melalui sistem buku besar.
Resiko dalam Mencatat dan Memperbarui Informasi pada Sistem Buku Besar
alah satu resiko adalah bahwa akun buku besar salah dicatat dan bahwa jumlah debit atau kredit bisa saja salah. Juga terdapat resiko bahwa record induk buku besar mungkin tidak diperbarui sama sekali, terlambat diperbarui, atau diperbarui dua kali. Record induk buku besar yang salah dapat telah diperbarui, dan proses memperbarui mengandung kesalahan yang mengakibatkan kesalahan memperbarui saldo.
Aktivitas Pegendalian
Adalah kebijakan dan prosedur yang dikembangkan oleh organisasi untuk menghadapi resiko dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Ada empat jenis pengendalian:
Pengendalian Arus Kerja
Pengendalian Input
Pengendalian Umum
Penelaahan Kinerja
S
Pengendalian Arus Kerja
•Pemisahan tugas
•Penggunaan informasi dari kejadian sebelumnya untuk mengendalikan aktivitas
•Urutan kejadian yang diharuskan
•Menindaklanjuti kejadian
•Dokumen bernomor urut
•Pencatatan agen internal yang bertanggung jawab atas kejadian dalam suatu proses
•Pembatasan akses ke aset dan informasi
•Rekonsiliasi catatan dengan bukti fisik aset
Pengendalian Input
•Menu pencarian yang menyediakan daftar nilai yang mungkin untuk dimasukkan
•Pemeriksaan record
•Konfirmasi data
•Pengendalian integritas
•Pemeriksaan format
Pengendalian Umum
•Perencanaan Sistem Informasi (SI)
•Pengorganisasian Fungsi Teknologi Informasi (TI)
•Identifikasi dan Pengembangan solusi SI
•Penerapan dan Pengoperasian Sistem Akuntansi
Penelaahan Kinerja
•Pembuatan anggaran, proyeksi, standar atau hasil periode sebelumnya melalui pemeliharaan file
•Penggunaan laporan untuk membandingkan hasl aktual dengan anggaran, proyeksi, standar atau hasil periode sebelumnya Tindakan perbaikan jika diperlukan untuk meningkatkan kinerja dan/atau merevisi data acuan yang sesuai di tabel induk

pusing bacanya? belum sampai situ


BAB V | Memahami dan Mendesain Data Akuntansi
Mengidentifikasi dan Mendokumentasikan File
Contoh diagram kelas UML Parsial: File Transaksi dan File Induk
File Transaksi digunakan untuk mencatat informasi mengenai berbagai kejadian didalam proses bisnis organisasi. Attribute record transaksi meliputi data transaksi, pelaku yang berhubungan dengan transaksi seperti pelanggan, pemasok, serta tenaga penjual; dan uraian barang/jasa yang berhubungan dengan kejadian seperti harga dan kuantitas persediaan yg dijual. File Induk menyimpan data acuan dan data ringkasan tentang berbagai entitas yang berkaitan dengan kejadian seperti barang/jasa perusahaan, agen internal, agen internal dan buku besar. Proses pengidentifikasian sudah dibahas secara mendasar pada rangkuman BAB 2-4, dan akan dirangkum lebih detail lagi pada bab ini.
Pesanan Pesanan# Tanggal Pesanan
Pelanggan
Pengiriman
Persediaan

Mendokumentasikan File Transaksi
Ada berbagai cara untuk mendokumentasikannya, salah satunya adalah dengan menggunakan tabel. Sistem informasi yang mendukung suatu proses memerlukan tabel transaksi maupun tabel induk. Salah satu manfaat tabel induk adalah untuk menghemat waktu entri data dan ruang penyimpanan. Namun untuk membuat tabel tersebut dibutuhkan beberapa aturan yang bisa dilihat dalam pedoman-pedoman berikut ini:
Analisis kejadian digunakan untuk mengidentifikasi transaksi dan tabel induk yang diperlukan. Ada tiga konsep penting untuk memperbaiki desain awal yang dikembangkan dari anlisis kejadian: kunci primer, kunci asing dan kardinalitas hubungan. Ketiga konsep tersebut bersama sama membantu software basis data mengaitkan informasi yang disimpan di tabel untuk memproduksi berbagai dokumen dan laporan.
Tentukan kejadian di dalam proses
Keluarkan kejadian yang tidak perlu dicatat sistem
Keluarkan kejadian query dan pelaporan karena mencakup penggunaan data yg telah dicatat di dalam sistem
Keluarkan kejadian pemeliharaan

Primary Key
Foreign Key
Cardinality
Mengimplementasikan dokumen dan laporan
Mengimplementasikan formulir input
Mengontrol data SIA: Integritas refernsial
Langkah-langkah dalam mengembangkan desain data dengan menggunakan diagram kelas UML
Letakkan tabel file transaksi yang diperlukan pada diagram kelas UML.
 Identifikasilah kejadian-kejadian dalam proses bisnis
 Putuskan kejadian mana saja yang memerlukan tabel transaksi. Keluarkan kejadian yang tidak perlu dicatat di sistem dan keluarkan kejadian bertanya, pelaporan dan pemeliharaan
 Mulailah diagram kelas UML dengan menampilkan kotak untuk setiap kejadian yang memerlukan tabel transaksi
Letakkan tabel file induk yang diperlukan pada diagram kelas UML.
 Untuk setiap kejadian di diagram kelas UML, tentukan entitas barang, jasa atau agen yang terkait
 Tentukan entitas mana yang memerlukan tabel induk
 Perhatikan penggunaan tabel iduk untuk melacak lokasi kas dan pengaruh kejadian terhadap saldo-saldo akun di buku besar
 Tambahkan tabel induk yang diperlukan ke sisi diagram kelas UML yang tepat
Tentukan hubungan yang diperlukan antar label.
 Untuk setiap garis yang terhubung, tentukan kardinalitas hubungan antar label
 Tulislah kardinalitasnya di samping garis antarentitas
 Jika terdapat hubungan Many to Many, ubahlah menjadi One to Many dengan menambahkan tabel persimpangan
Tentukan atribut yang diperlukan.
 Tentukan kunci utama untuk setiap tabel. Tulislah kunci utama tersebut di kotak untuk entitas tersebut
 Hubungkan tabel-tabel terkait dengan menambahkan kunci asing ke salah satu pasangan dalam hubungan tersebut. Tulis kunci asing di kotak entitas sepantasnya

Bab VI | Memahami dan Mendesain Query dan Laporan
Query adalah elemen penting basis data relasional. Pengembang dan pengguna SIA perlu mengomunikasikan kebutuhan informasi mereka ke DBMS. Bahasa Query telah dikembangkan untuk memungkinkan pengguna berkomunikasi dengan DBMS dalam bentuk yang lebih terstruktur.
SQL
•Structured Query Language
•Bahasa standar untuk melakukan query basis data relasional
QBE
•Query By Example
•Suatu pendekatan yang lebih sederhana

Sebagian besar laporan memiliki header laporan, header halaman, footer halaman dan footer laporan. Header laporan menunjukkan informasi yang diterapkan pada seluruh laporan. Di seluruh format laporan yang ditunjukkan, informasi di bagian atas laporan sangat penting untuk memahaminya. Judul yang informative harus digunakan; tanggal laporan harus dicetak; dan kriteria pemilihan data pada laporan harus dibuat secara eksplisit. Header halaman dapat digunakan untuk menentukan informasi yang tampak di bagian atas setiap halaman. Footer halaman tampak dibagian bawah setiap halaman dan biasanya mencakup nomor halaman. Footer laporan terlihat satu kali di bagian akhir laporan. Footer laporan biasanya digunakan untuk menyajikan informasi ringkasan seperti total semuanya. Bagian perincian laporan berisi informasi utama di laporan. Bagian ini menyajikan data mengenai berbagai entitas seperti kejadian, agen, produk dan jasa.
Kotak Label dan Kotak Teks merupakan dua elemen penting laporan. Elemen-elemen ini mengacu pada kotak label dan kotak teks. Kotak label menampilkan teks deskriptif dan tidak terpengaruh oleh data di dalam tabel. Kotak teks bersifat dinamis, sementara kotak label bersifat statis dan tidak berubah ketika data yang mendasarinya berubah. Informasi yang ditampilkan di kotak teks tergantung pada isi tabel yang mendasarinya saat ini.
Model Laporan
Daftar Sederhana
Perincian yang dikelompokkan
Ringkasan
Entitas Tunggal

Isi dan Organisasi Laporan
Seperti query, perancang harus menganalisis kebutuhan informasi pengguna, kemudian memutuskan data apa yang perlu dimasukkan kedalam setiap laporan lalu tabel yang memuat unsur-unsur data yang diperlukan untuk laporan tersebut harus diidentifikasi. Disamping membuat keputusan mengenai data apa yang akan dimasukkan, perancang memiliki beberapa pilihan untuk mengorganisasikan informasi pada suatu laporan.
Laporan Kejadian
Sebagian besar isi laporan kejadian menggunakan data yang tersedia di tabel transaksi. Contoh-contoh laporan transaksi meliputi pesanan pembelian (PO), faktur pembelian, retur pembelian, pesanan penjualan, faktur penjualan, retur penjualan, pengiriman, penerimaan kas dan laporan produksi.
Daftar Kejadian Sederhana menyediakan daftar kejadian yang sederhana selama suatu periode waktu yang disusun menurut tanggal kejadian atau nomor transaksi tanpa adanya pengelompokan atau subtotal. Laporan Perincian kejadian Dikelompokkan menampilkan daftar kejadian selama suatu periode dan umumnya dikelompokkan menurut barang/jasa atau agen. Laporan seperti itu dapat mencakup data acuan mengenai barang/jasa atau agen maupun perincian kejadian yang berhubungan dengan barang/jasa atau agen. Biasanya, subtotal dilaporkan pada laporan perincian kejadian dikelompokkan. Laporan yang dikelompokkan sering kali lebih unggul dibandingkan laporan yang tidak dikelompokkan karena lebih mudah untuk di analisis dan memfasilitasi perbandingan antar kelompok.
Kejadian
Daftar kejadian sederhana
Rincian kejadian dikelompokan
Ringkasan kejadian
Kejadian tunggal

Laporan Ringkasan Kejadian meringkas data kejadian menurut berbagai parameter, seperti penjualan yang diringkas menurut bulan, atau penjualan yang diringkas menurut pelanggan. Laporan ringkasan hanya menyajikan informasi ringkasan seperti penjualan bulanan yang tidak menyebutkan kejadian-kejadian individu. Laporan ringkasan kejadian lebih unggul dibandingkan laporan perincian kejadian berkelompok ketika sejumlah besar kelompok perlu dilaporkan. Laporan Satu Kejadian menyajikan perincian mengenai satu kejadian. Sering kali, laporan ini dicetak untuk tujuan dokumentasi atau untuk diberikan kepada pelanggan atau pemasok. Contoh jenis laporan ini adalah faktur penjualan dan pemesanan pembelian. Daftar acuan dan laporan status memfokuskan pada penyediaan informasi mengenai barang, jasa, atau agen.
Daftar Acuan hanya melaporkan data acuan yang diambil dari tabel induk. Data acuan tidak terpengaruh oleh kejadian. Laporan Status menyediakan data ringkasan mengenai barang, jasa atau agen. Data ringkasan adalah data di record barang, jasa atau agen yang meringkas hasil-hasil transaksi masa lalu. Laporan Status perincian Berkelompok menampilkan data ringkasan dan biasanya beberapa data acuan mengenai barang, jasa atau agen maupun kejadian yang menyebabkan perubahan data ringkasan. Laporan seperti itu diambil dari record barang/jsa/agen dan record kejadian. Laporan Ringkasan Status mendaftar data acuan dan data ringkasan mengenai barang, jasa atau agen. Laporan Status Satu barang/Jasa/Agen biasanya menyediakan data terperinci dan mencakup data acuan maupun data ringkasan untuk satu entitas seperti pelanggan, pemasok, atau unsur persediaan sebagai contoh seperti rekening pelanggan bulanan.
Barang, Jasa atau Agen
Daftar Acuan
Laporan Status
Perincian Berkelompok
Ringkasan
Entitas Satu Barang, Jasa, Agen

Bab VII | Memahami dan Mendesain Formulir
Hubungan Antara Formulir Input dan Tabel
Terdapat tiga hubungan antara table dan formulir. Hanya hubungan pertama saja yang memiliki hubungan satu dengan satu antara formulir dan table.
Satu formulir untuk mencatat data di satu tabel
Satu formulir untuk mencatat data di dua tabel atau lebih
Dua formulir atau lebih untuk mencatat data di satu tabel
Jenis-jenis Formulir Input Formulir yang digunakan untuk entri data dikelompokkan menjadi tiga jenis: formulir entri satu record, formulir entri bentuk table, dan formulir entri multitabel.
• hanya menampilkan satu record pada satu waktu
• digunakan untuk menambah, menghapus, atau memodifikasi data di satu record/tabel tertentu
• sering kali digunakan untuk mengarsipkan data file induk
Formulir Entri Satu Record
• menyediakan desain seperti kertas kerja untuk memasukkan banyak record di satu tabel
• sering kali digunakan untuk mencatat sekumpulan kejadian
• format kertas kerja bisa mempercepat entri data
Formulir Entri Bentuk Tabel
• digunakan untuk menambahkan data ke lebih dari satu tabel
• fitur yang membedakan antara formulir ini dengan formulir entri lainnya adalah bahwa data ditulis ke lebih dari satu tabel
Formulir Entri Multitabel
Mengidentifikasi Formulir yang Diperlukan
ebutuhan akan formulir tergantung pada data apa yang perlu dikumpulkan dan bagamana data tersebut akan dikumpulkan. Untuk memahami bagaimana bagaimana data dikumpulkan di sebuah perusahaan, seorang evaluator atau perancang dapat mengembangkan sebuah daftar cara di mana sistem digunakan. UML use case dapat digunakan untuk membuat model interaksi antara pengguna dengan system. Kita akan menggunakan konsep use case sebagai alat dokumentasi. Use case adalah urutan langkah-langkah yang terjadi ketika “pelaku” sedang berinteraksi dengan system untuk suatu tujuan tertentu. Pelaku dapat berupa orang, computer atau bahkan system lain.
Ada satu alat yang dapat digunakan sebagai bantuan dalam mengembangkan diagram use case adalah kerangka kerja CRUD. CRUD kepanjangan dari Create Read Update dan Delete.
Mendokumentasikan Isi dan Organisasi Formulir: Pola Desain Formulir Terdapat lima unsur formulir yang memerlukan dokumentasi
Atribut yang dicatat di tabel
Atribut yang ditampilkan dari tabel
Field Perhitungan
Kunci Asing
Query
K
Interaksi Dengan Formulir: Mengendalikan Input SIA
Elemen-elemen Antarmuka Formulir Merupakan objek-objek pada formulir yang digunakan untuk memasukkan informasi atau melakukan tindakan. Seluruh aspek formulir dikendalikan oleh elemen-elemen antar muka. Beberapa elemen antar muka yang umum adalah
• merupakan ruang pada formulir yang digunakan untuk memasukkan informasi yang ditambahkan ke tabel atau untuk menapilkan informasi yang dibaca dari tabel
Kotak Teks
• membantu pengguna untuk memahami informasi apa yang perlu dimasukkan
Label
• sering kali ditambahkan ke kotak teks yang digunakan untuk memasukkan kunci asing
Fitur Pencarian
• digunakan untuk melakukan suatu tindakan
Tombol Perintah
• memungkinkan pengguna untuk memilih salah satu dari seperangkat pilihan
Tombol Radio
• mirip dengan radio, tapi bisa memilih lebih dari dua opsi
Kotak Cek
10 Pengendalian Untuk Meningkatkan Akurasi dan Efisiensi Entri Data
Langkah 1-5
Kunci Utama
Fitur Pencarian
Pemindaian
Pemeriksaan Record
Konfirmasi
Langkah 6-10
Integritas Referensial
Pemeriksaan Format
Aturan Validasi
Default
Melarang Entri Kosong

THAT'S IT!! ALL DONE! saya udah males ngerapihinnya, karena saya pikir toh Anda akan memberi nilai yang sama, sementara saya kerja dobel (bikin pdf sama ngedit di blog) | "salah sendiri kenapa tulis di pdf?" | saya hanya bisa bilang, kenapa sejak awal Anda mengizinkan tapi sekarang kok malah enggan? 


saya coba memaafkan, saya anggap kejadian jum'at pagi sebagai hal yang wajar, karena manusia tempatnya lupa. jangan salahkan saya kalo mengupload dalam bentuk pdf, karena Anda sejak awal sudah mengizinkan. kalaupun dapat nilai yang tidak memuaskan karena tugas saya baru Anda periksa jauh melewati deadline yang ditentukan, saya berhak untuk komplain karena saya merasa benar (memosting tepat waktu). Biar gak repot nih file pdfnya, tinggal download, pasang antivirus yang bagus, liat Gimana Entar  aja. Ga ada yang perlu ditakutkan, pdf itu saya host di files.wordpress.com, bukan hostingan gratis yang berpotensi menyebarkan file virus seperti mediafire, 4shared, ziddu, uploaded.net, rapidshare, atau apalah, di wordpress ini saya hanya diizinkan mengupload file dokumen dan gambar saja. maka dari itu saya bisa bisa bilang file ini benar-benar aman karena saya mempertaruhkan nilai disini, untuk apa saya main-main.

" Adobe Acrobat (the full version, not Adobe Acrobat Reader) is capable of embedding arbitrary documents or applications inside a PDF document.


That means that a malicious individual could embed an application that does damage when it is run. It also means that one can embed a virus inside a PDF document


The capability to embed documents or applications inside a PDF document has been around since Adobe Acrobat 4, and Adobe has long recognized that this feature could indeed be abused. As a precaution a quite severe error message is shown before any embedded document or application is opened."


sumber


(kalo gak percaya buka linknya, 100% aman)


Ya, virus BISA masuk kedalam .pdf, tapi tunggu dulu Pak, saya cukup teliti karena saat mengetik, menyimpan, dan menkonversi dokumen tersebut kedalam format pdf, Antivirus saya, AVG Internet Security 2012 (masih sering update DB virus loh), dalam keadaan aktif dan saya rasa tidak mungkin ada virus yang menular (ke file tersebut). sebelum saya upload ke blog pun, saya mereview nya berkali-kali, mengecek apakah ada kesalahan atau tidak. dan kalaupun ada virus, pasti dokumen tersebut tidak akan pernah bisa saya akses karena Antivirus tidak akan mengizinkan pengeksekusian file demi alasan keamanan pengguna. yang saya beri warna merah diatas, hal tersebut (virus) bisa dicegah penyebarannya karena ada jendela yang muncul saat Anda hendak membuka file. jendela tersebut tidak bisa di-Hide oleh virus, dan user harus mengkonfirmasi ulang dan paham semua resiko sebelum membuka file (lihat sumber utk lebih jelasnya).

File terkait:

BAB I-IV

BAB V-VII

Senin, 04 November 2013

Update Rangkuman Sistem Informasi Akuntansi Bab I-VII ++

Tolong jangan "menutup mata" dengan tidak mau membaca postingan ini, Bapak Yang Terhormat.. disini saya hanya ingin "keadilan"

dengan segala hormat, dan segala kerendahan hati,

tanpa ada maksud sok jago, pinter, pandai, atau bahkan sok menggurui izinkan saya menulis tulisan ini dulu.. ehm, don't take it too seriously, ini cuma sedikit curahan hati aja.. :)
Bermula dari tugas yang Anda berikan, saya awalnya semangat karena mungkin selain lagi ada waktu senggang, saya emang suka "mendesain" dokumen agar terlihat rapi dan indah (menurut saya). dalam buku SIA yang harus dirangkum itulah, saya sadar betul banyak sekali tulisan yang sekiranya "tidak perlu dirangkum" karena berupa soal cerita dan contoh saja.

terbesit pikiran untuk mencatat hal-hal penting saja, ternyata kurang greget. jujur aja, saya nggak tega ngasih tugas ibarat kata "setengah-setengah" doang, apalagi kalo ada waktu senggang, pasti saya kerjain semaksimal mungkin, nggak tega saya ngasih tugas polos tulisan Times New Roman ukuran 12 Line Spacing 1.5 doang, sungguh! alhasil saya buat file tersebut dengan fitur-fitur yang ada di MS.Word 2010.. jadilah rangkuman tersebut. dan saya nggak mau kalo udah bikin bagus-bagus ternyata pas Anda buka berantakan, jadilah saya konversi ke dalam bentuk PDF, agar tidak bisa "diedit". kalo dalam bentuk .doc dan versi MS.Word Anda berbeda tentu bisa berantakan hasilnya, dan bacanya juga susah..

sekian lama waktu berlalu, sampai juga di hari jum'at, November 15. terkait dengan "penolakan" secara halus pada pagi itu, saya maklum sekaligus sedih. maklum karena Anda sebagai dosen sudah pasti benar dihadapan kami, mahasiswa.. sedih karena saya merasa "ditipu". kenapa bisa? Let me put this straight, mengapa saya berani menulis rangkuman SIA dalam bentuk .pdf?

another solid proof

solid proof

itu, bukti yang masih ada.. saya awalnya ragu untuk memosting tugas dalam bentuk .pdf, sampai akhirnya saya bertanya kepada ketua kelas yang punya kontak dengan Anda, dan katanya "boleh".. ya, saya berani karena merasa Anda telah mengizinkan. Hingga tadi pagi Anda bilang "Saya belum koreksi.." dengan alasan yang cukup masuk akal namun tidak bisa saya terima yaitu takut download file yang isinya iklan gak jelas atau malware.

 

Alasan pertama cukup masuk akal, tapi sayangnya, saya bukan tipe orang yang suka iklan di tempat yang tidak pantas. lagipula apa yang harus diiklankan? jersey bola? tidak.. saya tidak pernah memosting iklan apapun di blog ini dengan tujuan kepentingan pribadi semata. yang mungkin bisa pengunjung blog lihat mungkin iklan yang kerap muncul di situs lain seperti ad.clicksor dan semacamnya, yang mana hal tersebut wajar karena saya pake wordpress GRATIS

Alasan kedua sangat sangat masuk akal, karena fakta berbicara, sebuah virus/malware BISA menyusup masuk melalui file pdf atau dokumen lainnya. butuh bukti? silahkan dibaca:

Adobe Acrobat (the full version, not Adobe Acrobat Reader) is capable of embedding arbitrary documents or applications inside a PDF document.


That means that a malicious individual could embed an application that does damage when it is run. It also means that one can embed a virus inside a PDF document

The capability to embed documents or applications inside a PDF document has been around since Adobe Acrobat 4, and Adobe has long recognized that this feature could indeed be abused. As a precaution a quite severe error message is shown before any embedded document or application is opened."

sumber


(kalo gak percaya buka linknya, 100% aman)


Ya, virus BISA masuk kedalam .pdf, tapi tunggu dulu Pak, saya cukup teliti karena saat mengetik, menyimpan, dan menkonversi dokumen tersebut kedalam format pdf, Antivirus saya, AVG Internet Security 2012 (masih sering update DB virus loh), dalam keadaan aktif dan saya rasa tidak mungkin ada virus yang menular (ke file tersebut). sebelum saya upload ke blog pun, saya mereview nya berkali-kali, mengecek apakah ada kesalahan atau tidak. dan kalaupun ada virus, pasti dokumen tersebut tidak akan pernah bisa saya akses karena Antivirus tidak akan mengizinkan pengeksekusian file demi alasan keamanan pengguna. yang saya beri warna merah diatas, hal tersebut (virus) bisa dicegah penyebarannya karena ada jendela yang muncul saat Anda hendak membuka file. jendela tersebut tidak bisa di-Hide oleh virus, dan user harus mengkonfirmasi ulang dan paham semua resiko sebelum membuka file (lihat sumber utk lebih jelasnya).


***


Bukan maksud sok jago apalagi menggurui, sebenarnya solusi simple sudah pernah Anda katakan pada Kuliah sebelumnya, yang kira-kira isinya begini:


"Orang Pinter susah majunya, karena mereka kebanyakan mikir"


"Harusnya mikir tuh Gimana Entar, bukan Entar Gimana"


solusi simpel yang bisa saya tawarkan adalah Anda seharusnya menginstall Antivirus yang terkenal bagusnya (jangan SM*DAV, please) dan mendownload file tersebut dan lihat Gimana Entar aja, kan udah pasang Antivirus ngetop yang aktif, tentu AV tidak mengizinkan penyebaran virus tersebut to? jadi tidak mungkin virus bisa bocor. saya ulangi dan tegaskan lagi,  saya berani jamin 1000% AMAN, karena SAYA mempertaruhkan NILAI saya sendiri di postingan ini.


tidak mungkin, dan tidak akan pernah saya berani menyisipkan MALWARE/VIRUS/IKLAN/SPAM/APALAH SEBUTANNYA demi dibilang "Gokil lu, dosen aja dikerjain" atau "Keren, dosen aja bisa lu kerjain" atau "Dewa banget lu, berani ngerjain dosen" dan lain sebagainya, tentu TIDAK. saya cukup dewasa dan tidak akan melakukan hal merugikan demi pujian yang tidak berarti! 


 


dan jika Anda cermat (maaf, bukan maksud menggurui), saya men-Host file tersebut di hostingan aman, apa itu? hostingan wordress itu sendiri, jelas aman. emangnya kenapa aman?


see

saya berani bilang aman karena di file-hosting itu tidak diizinkan mengupload file jahat (kejam nan keji) seperti .js, .exe, .jar, .bat dan lain sebagainya, bahkan file kompresi seperti rar dan zip pun tidak diizinkan. saya hanya mengupload file .pdf yang benar-benar Harmless, tidak berbahaya sama sekali.. lain ceritanya kalau saya upload di zid*u, bit*ly, url*to, dan link pendek nggak jelas lainnya untuk suatu file, Anda patut curiga. Tapi kenyataannya tidak begitu to?


 

OK lah saya maklum karena mungkin alasan tersebut hanya "guyonan" belaka untuk mecairkan suasana. tapi jujur saya tidak terima dan merasa difitnah (lebay banget nih) karena saya tau apa yang saya upload, dan saya tau mana yang baik mana yang tidak.

OK lah mungkin Anda beranggapan saya salah karena mengupload file bukan memosting tulisan, tapi namanya juga mahasiswa, saya disini untuk belajar, bukan sok jago, tapi Anda tidak pernah menginstruksikan secara detail bahwa tugas harus ditulis di blog. saya hargai Anda sebagai dosen, saya hargai teman-teman saya, mana mungkin saya tega ngasih virus ke dosen? bisa-bisa reputasi kelas 3DB11 sebagai DB urutan pertama di Gunadarma Kalimalang bisa hancur, karena mahasiswanya tukang nyebarin virus.

OK lah saya tau saya salah, saya akan mengupload  ehh..  memosting file susulan di lain tulisan. tapi saya mohon, jangan terlalu termakan opini bahwa mahasiswa suka iseng, naro virus, masang iklan, nggak Pak.. cukup buktikan saja, kalau saya bukan mahasiswa yang suka nyari masalah.

Sekali lagi mohon maaf apabila ada tulisan yang menyinggung dan menyakitkan (halah) saya ulangi, disini saya mempertaruhkan nilai, niat saya tulus membuat tugas yang bagus dan rapih, TIDAK ada niatan untuk iseng, apalagi mencelakai. saya juga nggak mau cari masalah yang besar, apalagi sama Dosen. cukup, saya simpulkan bahwa Anda hanya lupa kalau pernah mengizinkan pengumpulan tugas dalam format PDF, "asalkan bisa diupload"

BUKAN MAKSUD SOK DIATAS ANGIN, tapi dengan bukti screenshot bahwa Anda mengizinkan mengupload file kedalam blog, saya merasa benar, dan saya rasa itu wajar.


File terkait:

saya mempertaruhkan nilai disini, dan saya tidak main-main, saya serius.

Rangkuman SIA Bab I-IV

Rangkuman SIA bab V-VII

*) saya akan memosting file dalam bentuk TEKS meskipun hasilnya bakal jelek banget di postingan lain

terimakasih atas waktu dan perhatiannya, Pak. Bagaimanapun Anda Dosen, saya mahasiswa, dan sudah jadi mindset mayoritas orang indonesia, bahwa mahasiswa itu harus nurut sama Dosen.

Selasa, 29 Oktober 2013

Wawancara UKM

Terkait dengan tugas SIA untuk mewawancarai sebuah UKM saya berkesempatan untuk berbagi hasil wawancara dari salah seorang pemilik usaha toko fashion online. Berikut saya ringkas pertanyaan beserta jawabannya:

1. sejak kapan anda memulai usaha ?
2. Apa yang mendorong anda untuk berusaha ?
3. Usaha apa yang anda lakukan ?
4. Kenapa anda memilih berusaha tersebut ?
5. Sistem apa yang anda lakukan untuk menarik konsumen ?
6. Apakah anda memiliki pegawai ?
7. Jaman sekarang sedang maraknya korupsi , apa yang anda lakukan agar asisten anda tidak korupsi ?
8. Apakah anda juga menerima pembelian luar kota ? Jika iya bagaimana sistemnya ?
9. Modal yang anda keluarkan untuk memulai usaha ?

Jawaban
1.14 sept 2011
2. Karena saya sangat menyukai sepatu dan ide awal hanya hobi akhirnya saya skrg dapat mendirikan toko bernama artha collection
3.usaha dalam bidang fashion terutama sepatu
4.karena menurut saya sepatu itu adalah seni , dan awalnya saya sangat suka mengoleksi sepatu
5. Melakukan promosi dengan menyebarkan brosur dan apabila yg datang ke toko membawa brosur mereka berhak mendapatkan potongan harga
6.ya saya memiliki 3 orang asisten, dan karena terkadang saya juga bekerja, maka bisa dihitung total pegawai ada 4 orang
7.sangat tidak mungkin , karena asisten saya adalah bagian dr keluarga saya sendiri
8.ya saya sudah sering melayani pembelian luar kota , sampai saat ini yg terjauh adalah merauke . Sistem yg saya gunakan adalah pembeli mentransfer sesuai dengan nilai barang dan kesepakatan yg telah di sepakati dan saya di bantu oleh kurir dr JNE untuk mengirim paket tsb
9. Modal yg saya keluarkan untuk memulai usaha ini kurang lebih 15jt

Kira-kira begitulah ringkasan atau poin-poin penting hasil wawancara saya. Dan menurut analisa saya, sistem yang dia pakai cukup kuat, dan memenuhi standar SIA seperti proses pembukuan dan lain sebagainya. Sistem mendetail yang bisa saya tulis adalah:
poin pertama, bahwa pengusaha ini merupakan pengusaha yang bisa dibilang supplier/reseller karena ia mengambil barang dagangannya di produsen lain untuk kemudian menjualnya kembali, jadi dengan kata lain pengusaha ini tidak memproduksi barang, melainkan hanya menjualnya saja.
Poin kedua, pengusaha memiliki beberapa asisten (tiga orang) yang semuanya merupakan saudara sendiri. Bukan bermaksud berburuk sangka namun peluang terjadinya korupsi tetap ada meskipun sangat kecil sekali kemungkinannya.
Poin ketiga, sistem yang dia pakai cukup teratur dan terencana dengan baik, bahkan bisa dibilang cukup sederhana. pelanggan hanya butuh memesan barang melalui SMS/BBM/Whatsapp atau datang ke toko langsung, keduanya dilayani oleh asisten pertama yang tugasnya multi-fungsi (menerima pesanan ditempat juga melayani pembayaran) . Kemudian dia ke bagian gudang untuk mengecek apakah stok barang masih ada, dan memberi tanda bukti pengambilan barang dari asisten kedua yang bisa dibilang pengelola gudang. Kemudian setelah barang ada ditangan, pembeli bisa langsung membayar kepada asisten satu, mencatat pemasukan dan memberikan struk/tanda bukti pembayaran.
Poin keempat, proses pengambilan barang ke produsen. Pengusaha ini cukup berani karena beberapa barangnya adalah hasil impor dari luar negri (china). Cara ia memesan barang dari luar negri ini cukup sederhana. ia hanya tinggal mengontak salah seorang saudaranya yang memang menetap disana, dimana saudara si pengusaha ini memiliki channel berupa produsen barang fashion seperti tas, sepatu, aksesoris dan lain-lain. Kemudian dengan jasa pengiriman paket antar Negara barang dagangan pun bisa diantar. Untuk barang yang diambil dari produsen dalam negri, si pengusaha ini punya asisten yang memang kerjanya khusus bolak-balik gudang sama “pabrik” hanya untuk mengambil barang. Si asisten ini bertanggung jawab penuh atas banyaknya barang yang dipesan-diterima dari produsen local.
Poin kelima, sehari sekali si pemilik usaha akan mengevaluasi setiap pegawainya serta total pendapatan untung rugi untuk memastikan jumlah uang berbanding sama dengan catatan pemasukan dan sisa stok persediaan. Untuk evaluasi buku besarnya dilakukan tiap bulan satu kali. omset yang didapat toko ini mencapai puluhan juta rupiah perbulannya, namun si pengusaha tidak mau menyebutkan nominal secara rinci. untuk sistem gaji pegawai si pemilik mematok UMR daerah setempat meskipun pegawainya keluarga sendiri. motto hidupnya: "teman ya teman, bisnis ya bisnis". penggajian dibayar pada tanggal tertentu setiap bulannya.

Kesimpulan yang bisa saya tarik disini adalah, saya hampir tidak bisa melihat adanya peluang korupsi di sistem ini. Apalagi melihat dari sang pemilik yang sering kali turun langsung ke lapangan untuk sekedar mengontrol keadaan di toko maupun "dibelakang toko" dari proses pengambilan barang dari produsen, pengantaran barang, penyimpanan barang, sampai penjualan barang, semua juga terlihat normal dan masih dalam batas kewajaran.
Satu hal yang saya bisa waspadai adalah adanya kemungkinan praktik curang oleh produsen luar negri, pasalnya si pengusaha pernah bilang bahwa ada kejadian dimana kondisi barang pesanan yang diterima tidak seperti dengan yang ia minta, seperti rusak, cacat, atau bahkan hilang (tidak sesuai jumlahnya) karena praktek pengepakan barang tersebut berlangsung di china sana, kemungkinan ada praktek korupsi kecil-kecilan disana. Namun untuk Artha Collection ini, semua sistem sudah mendekati sempurna karena hampir tidak ada celah untuk korupsi yang bisa saya lihat dengan mata seorang awam ini.

PS: DFD menyusul

 

EDIT: ini dia DFD (Data Flow Diagram) yang saya janjikan..

dfd

Selasa, 15 Oktober 2013

Rangkuman Sistem Informasi Akuntansi Bab I-IV

 

 

akhirnya selesai juga broooh!!
bonus gan



langsung saza.. selamat menikmati rangkuman dalam bentuk .pdf

file bersumber langsung dari komputer saya, tidak copy-paste 

saya membuat dengan microsoft word 2010 untuk kemudian mengkonversikannya kedalam bentuk pdf melalui situs layanan pdf converter gratis

kenapa pdf? karena pada file yang saya buat mengandung banyak sekali tabel-tabel yang dibentuk oleh fitur SmartArt, dan bukanlah tidak mungkin kalau anda mendownload file ini dalam bentuk docx tampilan dokumen akan berantakan karena pengaturan/versi microsoft office word kalian pasti beda-beda.

pernahkah kalian membuat dokumen di rumah, kemudian ingin mencetaknya di warnet, tapi tampilan dokumen di warnet berbeda dengan tampilan di rumah? misalnya jarak spasi yang berantakan, diagram yg tidak terlihat, dan lain sebagainya.. kira-kira inilah yg jadi alasan kenapa saya lebih memilih pdf daripada docx :D

untuk rangkuman bab I - IV bisa langsung kalian download pada lampiran ini

rangkuman SIA -ukurannya hanya 900 KB saja! uwooooooow waaaaaaaw

# untuk pak Rooshwan Budi.. please pak cek tugas saya dengan cara mendownloadnya pak :(
soalnya kalo ditulis pake teks jadi ancur dan membosankan.. malah nggak enak bacanya pak.. dan menurut saya rangkuman itu seharusnya dibuat semenarik mungkin, supaya yg baca juga enak.. terimakasih atas waktunya telah berkunjung kesini pak.. mudah-mudahan bisa dapat nilai.